• Jl. Sendowo No. 31A Purwodinatan Semarang
  • 024-3543603

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang mengeluh soal banyaknya kendaraan pribadi di atas 2.000 cc yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ketua Organda Kota Semarang Bambang Pranoto Purnomo mengatakan, banyaknya kendaraan pribadi di atas 2.000 cc yang mengonsumsi BBM subsidi membuat ketersediaannya langka. “Menumpuknya mobil pribadi makin membuat kelangkaan BBM subsidi langka,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/9/2022).

Dia mengaku masih banyak menemui mobil pribadi di atas 2.000 CC yang melakukan pengisian BBM bersubsidi sampai saat ini. Dia meminta agar SPBU memproritaskan pelaku angkutan umum dan barang.

“Perhatikan kami pelaku usaha angkutan umum dan barang,” tuturnya. Selain itu, dia mengeluhkan soal ribetnya penggunaan aplikasi MyPertamina saat pengisian BBM di tiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selain penggunaan aplikasi MyPertamina, batasan pengisian BBM kepada pengemudi angkutan umum berdampak pada operasional. “Saya setuju adanya MyPertamina, tetapi jangan ada batasan isi BBM,” kata Bambang. Sejauh ini, ketentuan 200 liter setiap pengisian akan berpengaruh pada operasional trayek. “Ketentuan itu akan menambah panjang antrean di SPBU,” imbuhnya. Dia mencontohkan, bus pariwisata dari Kota Semarang menuju Bandung harus isi dua kali dengan kapasitas lebih dari 200 liter. “Apalagi pengisiannya juga tak sebentar. Pasti membuat antrean panjang juga,” ucapnya. Meski demikian, dia mengaku tak mempersoalkan naiknya harga BBM. Dia berharap kebijakan tersebut memberikan dampak baik bagi lima ribu anggotanya se-Kota Semarang. “Kami baru mau bangkit sudah dihantam naik BBM, semoga bermanfaat baik,” keluhnya.

Leave A Comment